Rabu, 14 Oktober 2015

Banyak Kasus Serupa

Sekali lagi, datangnya kabar duka dari ‘wong cilik’ menggemparkan masyarakat Indonesia, terutama sesama rakyat jelata. Kasus pembunuhan terhadap Salim Kancil, warga Desa Selok Awar-Awar kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, yang terjadi pada 26 September itu, santer menjadi pembicaraan publik di berbagai media . Salim Kancil yang merupakan aktivis anti tambang, disiksa dan dibunuh dengan sadis oleh para preman tambang.

Republika online menuliskan di halaman websitenya pada tanggal 2 Oktober 2015 dengan judul Tiga Babak Tragis Pembantaian Salim Kancil tentang kronologi kejadian yang terjadi. Bermula dengan penggerebekan dan pengeroyokan disertai pemukulan Salim Kancil oleh para preman tambang di depan rumahnya, dilanjutkan penyiksaan di Balai Desa, sampai akhirnya dibunuh di hutan.

Sampai sekarang sudah banyak digelar aksi solidaritas para warga yang prihatin dengan kejadian ini. Mereka yang menggelar aksi solidaritas, membawa poster yang bertuliskan ‘Di tanah kami, nyawa tak semahal tambang. Salim kancil dibunuh’. Poster ini juga banyak menyebar di berbagai media sosial.

Boleh jadi kasus Salim Kancil ini merupakan satu dari sekian banyak kasus serupa, yang mungkin tidak diekspos oleh media. Menjadi PR bagi penegak hukum dan pihak yang berwenang untuk segera menindak pihak yang bersalah dengan segera.
Kita berdoa semoga Allah mengampuni dosa Salim dan menerima amal ibadahnya. Dan kita juga berharap agar Pemerintah harusnya mulai membuka mata setelah kasus ini, agar lebih mementingkan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat daripada mengiyakan ‘agen kapitalisme’ yang hanya mengeruk kekayaan dan keuntungan demi kepentingan pribadi.


Fani Wardhana, Ma’had Umar bin Al Khattab Surabaya
Dimuat di koran Republika pada hari Jumat 9 Oktober 2015 pada rubrik "Fokus Publik" dengan tema Pembunuhan Salim Kancil

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Berbagi Pengalaman dan Ilmu
Maira Gall