Menulis. Bagi sebagian
orang, mungkin menganggap menulis hanya menjadi aktivitas formal seperti di
sekolah, kampus atau kantor. Tapi sebagian orang, menulis menjadi aktivitas non-formal
yang sangat menyenangkan. Sarana mengekspresikan suasana hati dan mencurahkan
ide dan gagasan. Juga pelampiasan emosi jiwa yang meledak-ledak. Sebenarnya,
saya mempunyai keinginan untuk mahir dalam menulis. Bahkan saya mempunyai
cita-cita menjadi penulis dan menulis buku-buku. Tapi sayang, seakan hanya
pengakuan belaka. Hari-hari terlewat tanpa ada tulisan, bahkan keinginan atau
target menulis.
Alhamdulillah. Akhirnya
saya mendapatkan semangat mengejar cita-cita itu lagi. Saya harus memulai walau
dengan hal yang kecil. Saya harus menyempatkan waktu untuk menulis. Harus. Semangat
itu datang kembali setelah saya membaca salah satu koran nasional yang menjadi
langganan di asrama tempat saya tinggal. Saya membaca bagian fokus publik yang
memuat tanggapan dan komentar pembaca tentang suatu tema yang berkaitan dengan
peristiwa atau permasalahan, yang dimuat setiap hari Jumat. Setiap pekan, tema
yang akan dikomentari selalu berganti. Biasanya tema merujuk pada peristiwa
yang lagi trend, yang menjadi headline. Setelah membaca beberapa pekan bagian
rubrik tersebut, saya dapati beberapa pembaca yang berkomentar sama dengan
pekan yang lalu. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menulis tanggapan dan
komentar saya. Waktu itu tema yang disediakan adalah Tragedi Musibah Mina. Ada
banyak cara sebetulnya mengirimkan komentar dan tanggapan kita, baik dikirim
lewat email, atau melalui sosial media. Saya lebih memilih mengirim lewat
email.
Hari jumat pun tiba,
foto dan tulisan saya terpampang di baris pertama rubrik Fokus Publik tersebut.
Alhamdulillah. Akhirnya seakan saya ketagian untuk mengirim komentar ke redaksi
koran tersebut. Sudah tiga kali saya mengirim komentar dan tiga kali juga
dimuat. Dan akhirnya saya mencoba menulis tentang rubrik lain di koran
tersebut, yakni Pembaca Menulis. Rubrik ini lebih umum, dan tanpa tema. Jadi
kita bebas menulis. Diterbitkan setiap Ahad. Dan Alhamdulillah kembali lagi
tulisanku dimuat di baris pertama. Kala itu saya menulis tentang Kalender Hijriyah.
Harapan dan semangat
menjadi penulis itu sedikit demi sedikit mulai berkobar. Saya mau jadi penulis!
Teriak batinku. Tak hanya pengakuan tapi juga harus memulai. Mulai dari
sekarang, dari yang kita bisa kerjakan dengan target. Dunia menunggu ide,
gagasan dan pemikiran kita yang tertuang melalui tulisan kita. Ayo menulis!
Tulisan ini di live-tweet oleh akun twitter @leutikaprio dalam #Ceritaku Rabu, 28 Oktober 2015
Tidak ada komentar
Posting Komentar