Minggu, 19 Juli 2015

1 Syawwal 1436 Hijriyah


Malam ini setidaknya ada dua golongan dari kaum muslimin dalam menyikapi 1 Syawwal. Saya tidak membicarakan tentang takbiran keliling atau hal yang lain tentang malam idul fitri, tapi saya justru akan mengingatkan diri saya dan antum semua tentang hal yang terpenting, yang harus kita pikirkan sebagai seorang yang mengaku sebagai muslim.

Malam ini, saya menelepon seorang teman untuk suatu keperluan. Setelah selesai saya merasa ada yang aneh dari suaranya. Tidak seperti biasa. Suaranya lemah, seperti tidak punya niat untuk berbicara. Atau capek mengurus kegiatan di malam Idul Fitri ini? Atau ada hal lain yang membuatnya bersedih atau nggak mood?

Saya lalu mengirim pesan singkat tentang perihal kejadian barusan. Jawabnya : “Ditinggal Ramadan”. Masyaa Allaah, banyak dari kaum muslim yang merasa senang riang gembira menyambut Idul Fitri, yang mana telah berhasil berpuasa penuh seama satu bulan. Juga kesenangan karena bisa bertemu sanak saudara. Juga senang dengan hal-hal lainnya.

Lain halnya dengan golongan kedua dari kaum muslim. Mereka merasa sedih ditinggal Ramadan. Merasa banyak waktu yang terbuang sia-sia di Bulan ramadhan. Merasa telah ditinggal bulan yang didalamnya penuh dengan kemuliaan. Merasa tidak yakin akan menjumpai Ramadhan di tahun berikutnya. Merasa menyesal sekali kenapa tidak memaksimalkan waktu di bulan Ramadhan yang telah lewat untuk beramal ibadah semaksimal den seoptimal mungkin. Dan sangat takut bila amalnya selama bulan Ramadhan tidak diterima. Berdoa agar amal yang sedikit yang telah dilakukan selama ini diterima oleh Allah. Dan berdoa agar dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.

Penulis masih merasa menjadi golongan yang pertama, baru teringat barusan bahwa seharusnya kita menjadi golongan yang kedua. Berapa banyak orang yang merasa dirinya pasti diterima oleh Allah amal ibadahnya padahal sesungguhnya dia hanya mendapat lapar dan dahaga ketika berpuasa.?

Kartasura, 1 Syawwal 1436 Hijryah


Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Berbagi Pengalaman dan Ilmu
Maira Gall