Tampak tenang di dalam kamar
asrama suatu kampus, beberapa mahasiswa sibuk dengan kesibukannya
masing-masing. Tanpa bicara. Tenang bukan karena belajar, tapi sibuk dengan
benda elektronik yang dibawanya. Sebagian membawa HP, sebagian lainnya tablet.
Ada yang sibuk mengomentari status facebook teman mayanya. Juga ada yang
mengirim chat kepada temannya lewat BBM. Salah seorang sibuk memainkan gamenya,
satunya asyik memilih-milih file mp3 yang ingin didengarkan.
Begitulah nampaknya potret
sebagian besar dari kita. Rasanya menjadi sesuatu barang yang wajib sebuah
Handphone atau gadget yang lain. Tapi sadarkah kita, dengan waktu yang kita
gunakan bersama “mainan” kita ini? Bermanfaatkah atau justru bisa menjadi
musibah bagi kita?
Tidak sedikit yang mempunyai
handphone canggih tapi justru waktunya dihabiskan untuk hal-hal yang kurang
atau bahkan tidak bermanfaat dengan gadgetnya. Ada yang sibuk dengan game di
handphonenya hingga lalai dengan tugas-tugas kampus. Atau ada yang sibuk
berchatting ria walaupun ketika sedang banyak teman disekitarnya, yang justru
menjauhkan orang yang nyatanya berada di dekatny dan mendekatkan orang yang
jauh.
Contoh saja kita, berapa kalikah
kita terlambat shalat berjamaah karena handphone? Menjadi masbuq gara-gara
Facebook, atau terlambat bangun karena malamnya begadang untuk mendownload
aplikasi terbaru?
Padahal kita tahu keutamaan
sholat fardhu secara berjamaah di masjid bagi seorang laki-laki muslim. Salah
satu keutamaan sholat berjammah di masjid disebutkan pada hadits dari Ibnu
‘Umar radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
صَلاَةُ
الْجَمَاعَة أفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah lebih afdhal
daripada shalat sendirian sebanyak 27 kali lipat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Ada juga keutamaan makmum yang bertakbiratul ihram bersama
imam. Imam at Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu
'anhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
مَنْ
صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ
الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنْ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنْ
النِّفَاقِ
"Barangsiapa yang shalat
karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbiratul
pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu
kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan." (HR.
Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahih Al Jami’ II/1089,
Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).
Lalu, seberapa sering kita
membuka Facebook daripada membaca HolyBook (Al-Quran)? Padahal kita tahu
membaca 1 huruf dari Al-Quran sudah mendapat pahala.
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu
‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan
dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya
dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan
tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi
dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
Dengan gadget kita yang canggih,
semakin bertambahkah ketaqwaan kita kepada Allah atau justru malah semakin jauh
adi ketaatan?
Kita makan dengan tangan kanan
kita, sementara tangan kita tetap masih memegang handphone, kita duduk-duduk
bersama teman-teman kita, tapi justru kita sibuk chatting dengan teman nan jauh
disana. Sedang berbicara dengan orang tua kita, yang wajib kita hormati, masih
saja hadphone berada di genggaman kita, sembari mendengarkan perkataan orang
tua, sesekali mata melihat ke layar handphone dan jari-jari tangan memencet
tuts di handphone kita. Ketika sedang mengendara motorpun sebagian dari kita
masih sempat-sempatnya membalas sms. Sampai anak-anak pun kehilangan kasih
sayang dari beberapa orang tua yang mementingkan handphonenya. Berbahaya kan
kalau udah seperti contoh-contoh ini? Wal ‘iyaadzu billaah.
Sudah seharusnya bagi kita
mendahulukan kewajiban dan tugas kita dibandingkan melakukan hal-hal yang
kurang bermanfaat atau justru malah tidak bermanfaat. Kita optimalkan gadget
kita untuk hal-hal yang bermanfaat, yang bisa menambah ketaqwaan kepada kita.
Misal dengan memasang alarm untuk bangun tidur persiapan sholat shubuh, atau
mendownload aplikasi-aplikasi seperti jadwal sholat, dzikir pagi dan sore,
Al-Quran dan lain sebagainya.
Tentu nasihat ini bukan hanya
untuk pembaca, tapi juga untuk penulis. Semoga kita tidak terlena dengan gadget
kita sehingga kita bisa menjalankan dan mendahulukan kewajiban, tanggung jawab
dan tugas kita.
Tulisan ini pernah dimuat di situs qolam.net
Tidak ada komentar
Posting Komentar